Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daripada Hamburkan Uang Akuisisi PGN, Pertamina Diminta Perbaiki Infrastruktur

Hendra Kusuma , Jurnalis-Rabu, 11 Desember 2013 |18:44 WIB
Daripada Hamburkan Uang Akuisisi PGN, Pertamina Diminta Perbaiki Infrastruktur
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kisruh mengenai permasalahan akuisisi yang dilakukan oleh dua perusahaan BUMN, yakni PT PGN (Persro) dan PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertagas mengenai persinggungan jalur gas atau cross section masih belum menemui titik terang. Pasalnya, Kementerian BUMN sampai saat ini belum juga merealisasikan pertemuan seluruh direksi terkait untuk membahas lebih lanjut mengenai permasalahan tersebut.  
Adapun, niatan Pertamina yang akan mengakuisisi PGN harus dilakukan dengan dana yang tidak sedikit. Saat ini kapitalisasi saham PGN di pasar modal sudah mencapai Rp115 triliun, sehingga Pertamina harus menyediakan dana minimal Rp70 triliun atau setara dengan 56,97 persen dari total saham PGN jika Pertamina jadi mengakuisisi PGN.
 
"Ketimbang menghamburkan uang untuk mengakuisisi PGN akan lebih berdaya guna jika uang tersebut dipergunakan untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk pengolahan Gas Elpiji sehingga bisa mencapai efisiensi," ucap Peneliti Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi di Jakarta, Rabu (11/12/2013).
 
Menurut Fahmy, inefisiensi produksi Gas Elpiji tersebut salah satunya dipicu oleh ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai, wajar kalau kapasitas ekonomi pengolahan Gas Elpiji tidak pernah tercapai sehingga tidak efisien, yang ujung-ujung membengkakkan biaya produksi.
 
"Tingginya volume impor itu mengindikasikan bahwa produksi pengolahan Gas Elpiji oleh Pertamina dinilai tidak efisien karena volume produksi tidak mencapai kapasitas ekonomi (economic of scale) sehingga membengkakkan biaya produksi," ungkapnya.
 
Belum lagi, lanjut Fahmy, beberapa waktu lalu, pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi dan tarif dasar listrik (TDL) selama 2013, beban masyarakat nampaknya akan bertambah semakin berat sehubungan dengan rencana penaikan harga Gas Elpiji 12 Kg pada awal 2014.
 
"Jika pengolahan Gas Elpiji dapat efisien, sesungguhnya Pertamina tidak harus menaikkan harga Gas Elpiji, sehingga tidak perlu lagi menambah beban masyarakat pengguna Gas Elpiji," tutupnya.(rez)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement