Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pukul 00.00 Elpiji 12 Kg Bakal Turun Harga

Silvia Ramadhani , Jurnalis-Senin, 06 Januari 2014 |12:18 WIB
 Pukul 00.00 Elpiji 12 Kg Bakal Turun Harga
Ilustrasi. (Foto: Heru/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – PT Pertamina akhirnya menurunkan harga jual elpiji 12 kilogram (kg) setelah menuai banyak protes dari masyarakat. Penurunan harga tersebut mulai berlaku besok.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan, elpiji 12 kg akan turun harga lantaran dianggap terlalu memberatkan masyarakat. Penurunan harga ini dilakukan setelah adanya teguran dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Penurunan itu akan berlaku mulai hari ini. (Turunnya itu) mulai nanti malam jam 00.00," kata Dahlan di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Senin (6/1/2014).

Sebelumnya, SBY menekankan prinsip yang dipilih pemerintah dalam kebijakan harga elpiji 12 kg tersebut agar Pertamina dan negara tidak terus-menerus rugi, apalagi dalam jumlah yang besar sebagaimana yang ditemukan oleh BPK.

Namun penyesuaian atau kenaikan harga haruslah dengan mempertimbangkan kemampuan dan daya beli masyarakat. Hal itu juga bisa ditempuh dengan tahapan yang tepat, dan tidak memberikan beban yang tidak semestinya kepada masyarakat.

Berdasarkan temuan BPK, Pertamina telah mengalami kerugian sebesar Rp22 triliun sejak 2009. Sementara untuk 2013, kerugian Pertamina pada subsidi gas elpiji mencapai Rp7 triliun.

Oleh karena itu, pemerintah melakukan konsultasi ke BPK dalam hal ini akan dilakukan oleh para menteri bersama pimpinan Pertamina, agar solusi dan tindakan yang dilakukan Pertamina berkaitan dengan permasalahan harga elpiji 12 kg itu tetap sesuai dengan hasil audit dan rekomendasi BPK.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement