JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menilai ada dua hal yang perlu dilakukan untuk menghidupkan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) supaya hidup permanen. Dua hal tersebut adalah restrukturisasi utang dan kuasi reorganisasi.
"Saya ingin dalam hasil rapat panitia kerja (panja) disebutkan perlunya restrukturisasi utang kepada negara dikonversi menjadi saham dan dicatatkan perlunya kuasi reorganisasi," ucapnya di Gedung DPR RI, Rabu (2/7/2014).
Menurutnya kedua hal itu lebih penting dibandingkan hanya memberikan modal. "Kalau hanya disuruh terbang begitu saja terus dikasih modal katakanlah Rp150 miliar terbangnya nanti cuma satu bulan mungkin bulan kedua mati lagi," tuturnya.
Dahlan menilai, dengan dua langkah tersebut Merpati akan hidup permanen karena penyakitnya adalah masalah hutang. "Masalah pokoknya di utang yang mencapai Rp7.9 triliun kemudian akumulasi kerugian mencapai Rp7.2 triliun, dengan dilakukan dua hal itu Merpati bisa hidup permanen," imbuh dia.
"Konsepnya yang utang Rp7,9 triliun jadi saham yang akumulasi hutang Rp7,2 triliun dilakukan kuasi reorganisasi, itu neracanya diubah sedemikian rupa atas persetujuan Kementerian Keuangan dan lainnya," terangnya.
Menurut perhitungannya, jika kedua hal itu dilakukan, buku Merpati akan plus Rp2 triliun. "Buku merpati jadi plus Rp2 triliun, dengan itu merpati bisa cari investor dan pinjaman bank, kalau perlu jangan diberi modal kerja, cukup selesaikan dua hal ini," tutup dia.
(Fakhri Rezy)