JAKARTA - Jatuhnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam bukan kali pertama. Seperti deja vu, Rupiah juga pernah mengalami kejatuhan yang sangat dalam pada era 1998. Kala itu Indonesia mengalami krisis moneter.
Namun pada tahun ini, nilai tukar Rupiah lebih buruk dibanding krisis 16 tahun silam. Kini, rupiah hampir menyentuh level Rp12.800 per USD. Sementara dahulu Rupiah jatuh di wilayah Rp16.800 per USD.
Yang membuat beda, kala itu Rupiah jatuh karena ketidakstabilan situasi politik sehingga hot money di pasar valuta asing dan saham mengalir deras ke luar ranah Indonesia. Lalu terjadilah kepanikan dan meluluhlantankan rantai ekonomi Indonesia.
Borok ekonomi itu pun membuat Indonesia menjadi negara pesakitan, karena harus berutang kepada International Monetary Fund (IMF). Kini, kondisi ekonomi Indonesia lebih tangguh. Perbankan dan industri lebih sehat. Apalagi jatuhnya nilai tukar Rupiah lebih dikarenakan faktor eksternal.