Advertisement
Advertisement

Deja Vu Rupiah, Membuka Borok 1998

Rani Hardjanti , Jurnalis-Senin, 15 Desember 2014 |19:41 WIB
<i>Deja Vu</i> Rupiah, Membuka Borok 1998
Rupiah melemah tajam. (Foto: Okezone)
A
A
A

Menurut Senior Foreign-Exchange Strategist RBS, Greg Gibbs, yang menjadi perhatian adalah kaitannya dengan minyak dunia. Sebab, setiap negara masih membeli minyak dalam nilai tukar dolar Amerika.

Hal senada juga dinyatakan oleh Head of Strategy, Fixed Income and Currencies at Macquarie Nizam Idris, harga minyak yang saat ini sedang merosot menimbulkan implikasi yang kompleks bagi komoditas secara keseluruhan. "Indonesia masih eksportir komoditas besar," kata Nizam Idris, seperti dikutip CNBC, Senin (15/12/2014).

Selain itu, rupiah menghadapi tekanan karena akhir tahun di mana banyak diwarnai sentimen risk-off pasar.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement