Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Realitas & Data BPS Alami Perbedaan

Raisa Adila , Jurnalis-Sabtu, 04 April 2015 |06:24 WIB
Realitas & Data BPS Alami Perbedaan
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah diimbau jangan sampai salah dalam mengambil kebijakan guna menekan laju inflasi. Pasalnya, ada kerancuan antara realita dan data yang dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Realitas dan data-data yang disajikan BPS ini kan ada sedikit perbedaan," ujar Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati kepada Okezone, Sabtu (4/4/2015).

Enny mencontohkan, data yang berbeda dengan kenyataan yang terjadi adalah pada inflasi sektor bahan makanan. Pada kenyataannya, sektor kebutuhan pokok tersebut mengalami kenaikan harga, khususnya beras.

Namun, data BPS mencatat terjadi deflasi pada kelompok bahan makanan sebesar 0.73 persen. Meski demikian, beras masih menyumbang inflasi 0,09 persen.

"Itu beras kan andil inflasinya kecil, padahal kenyataannya harganya cukup tinggi," jelas dia.

Untuk itu, Enny mengingatkan pemerintah jangan sampai salah mengambil kebijakan yang didasarkan pada data tersebut. Pemerintah perlu melakukan pemantauan secara menyeluruh, khususnya terkait harga-harga kebutuhan pokok.

"Kebijakan yang diambil pemerintah ini jangan sampai salah karena data-data tersebut. Seperti kita lihat dulu itu katanya inflasi beras hanya terjadi di Jakarta, tapi kan beberapa kota lain juga banyak yang merasakan," tandas dia.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement