"Siapa pun dalam posisi Menko Perekonomian atau posisi (menteri) ekonomi adalah paling sulit, karena ekonomi sulit itu," kata Soyan Djalil di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (4/5/2015).
Menurutnya, inilah salah satu pemicu jabatan menteri koordinator perekonomian masuk bursa perombakan menteri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menambahkan, saat ini beberapa kebijakan yang tidak populer telah dilaksanakan oleh pemerintah, salah satunya adalah pencabutan subsidi terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 alias Premium.
"Kalau masyarakat tidak puas atas kondisi sekarang ini wajar saja, subsidi itu kan tidak populer karena kalau seandainya subsidi bisa digunakan karena tergantung masyarakat tapi subsidi itu akan untuk membangun infrastruktur," tambahnya.
Selain itu, kondisi perekonomian negara-negara maju bahkan global pun menjadi kendala bagi pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas perekonomian nasional.
"Pertumbuhan (ekonomi) China yang tidak tinggi, kondisi Eropa dalam kesulitan dan harga komoditas hancur hancuran, itu semua mengurangi daya beli masyarakat, oleh sebab itu tidak mungkin disalahkan ke Menkopolhukam tapi pasti ke Menko Perekonomian," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.