Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Dukung Pemerintah Tiru India Lawan Dolar AS

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 29 September 2015 |20:01 WIB
   BI Dukung Pemerintah Tiru India Lawan Dolar AS
Ilustrasi dolar AS. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan jika Indonesia akan mencontoh India dalam mengatasi kestabilan mata uang negaranya Rupe terhadap penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, mengamini apa yang diungkapkan Menkeu tersebut. Menurutnya, India memang sanggup menghadapi fenomena penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, kondisi domestik India menjadi lebih baik. Pasalnya, Bank Central India mampu mengantisipasi perkembangan isu dolar akan menguat.

"Itu yang mempengaruhi depresiasi di India tidak terlalu besar terhadap dolar. Saya yakin bank Central India mengantisipasi perkembangan itu,"ujar Perry di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Menurutnya, India memiliki Gubernur Bank Central India yang sangat kuat. Dalam membuat kerangka kebijakan sangat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian dan mata uang terkendali.

"Beliau sangat disiplin membuat kerangka kebijakan dan keputusan yang dibentuk India betul-betul membuat inflasi dalam negeri terkendali dan juga perhitungan terhadap mata uang bisa dikalkulasi," tuturnya.

Sekadar informasi, hal tersebut terkait dengan keinginan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan untuk bisa seperti India yang mampu mengatasi pelemahan Rupe terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurut Bambang, India mampu menstabilkan mata uangnya dengan mengurangi impor dengan menggantinya dengan produksi dalam negeri yang dinamakan oleh Kedutan Besar India yaitu "Make in India".

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement