JAKARTA - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berupaya memperbesar jangkauan pasar di luar negeri. Perseroan menargetkan, nilai ekspor dari produk-produk SIDO meningkat hingga 10 persen.
Direktur SIDO Venancia Sri Indrijati mengatakan, saat ini kontribusi ekspor untuk total pendapatan perseroan baru 2 persen. Padahal cakupan wilayah ekspor SIDO cukup luas, di antaranya Afrika, Saudi Arabia, Australia, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.
"Jadi sebenarnya masih terbilang kecil. Tapi ke depan kami akan tambah volume di mana negara yang memiliki potensi besar. Target kami minimal bisa meningkat 10 persen untuk total ekspor, mudah-mudahan secepatnya tercapai,” ucapnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/11/2015).
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya kini tengah membangun pabrik baru senilai Rp176 miliar. Pabrik tersebut nantinya akan memiliki kapasitas produksi 2 kali lebih besar dari kapasitas produksi saat ini yang sebesar 85 juta sachet per bulan. Ditargetkan pabrik baru tersebut akan rampung pada tahun depan.
"Targetnya memang agak mundur karena ada perubahan desain. Karena ada strategi pengembangan produk herbal yang ada, maka desainnya dibagi menjadi 10 bilik. Sehingga untuk mengurangi dampak lingkungan," imbuhnya.
Sekedar informasi, SIDO mencatatkan pertumbuhan laba operasi sebesar 16,2 persen. Kemudian peningkatan marjin operasi menjadi 22 persen dari sebelumnya 19,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara untuk laba bersih perseroan meningkat 3,7 persen menjadi Rp326 miliar dari sebelumnya Rp314,5 miliar di periode yang sama tahun lalu.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.