Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur Aceh Tak Sabar Ingin Kembangkan KEK Arun Lhokseumawe

Antara , Jurnalis-Sabtu, 13 Agustus 2016 |10:19 WIB
Gubernur Aceh Tak Sabar Ingin Kembangkan KEK Arun Lhokseumawe
A
A
A

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah membahas percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe (KEKAL) dalam rapat yang berlangsung di pendopo.

"Rencana awal pengusulan Kekak ini akan dilakukan oleh Kementerian Perindustrian," kata Zaini Abdullah di sela-sela pertemuan yang berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.

(Baca Juga: Menko Luhut Sampaikan Pesan Khusus ke BP Batam)

Dia menjelaskan setelah diadakan rapat yang dipimpin oleh Kemenko Perekonomian beberapa waktu lalu, muncul wacana dari pemerintah pusat agar pengusulan KEKAL dilakukan oleh konsorsium pengelola KEKAL yang terdiri dari BUMD dan BUMN yang saat ini beroperasi di kawasan tersebut. "Pemerintah Aceh memiliki pandangan berbeda setelah menimbang berbagai faktor termasuk nilai historis kawasan KEKAL dan berbagai faktor strategis lainnya, maka lebih baik diusulkan langsung oleh Pemerintah Aceh," kata Zaini.

Pemerintah Aceh meminta dukungan penuh dari Kemenko Maritim, Kementerian Perindustrian dan Sekretaris Dewan KEK Nasional agar keinginan Pemerintah Aceh mendapat persetujuan dari Dewan KEK Nasional.

"TIM Percepatan Pengembangan KEKAL Aceh telah menyiapkan konsep pengembangan KEKAL sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Aceh," katanya.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Direktur Pengembangan Wilayah Industri II Kementerian Perindustrian, Busharmaidi, Direktur Infrastruktur Deputi III Kemenko Maritim, M Firdausi Manti, Perwakilan Dewan KEK Nasional, Mardi Santoso, Zaini meminta kejelasan dan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh menyangkut mekanisme hak kelola aset ex-kilang LNG Arun yang saat ini kepemilikannya telah dialihkan ke Pemerintah Pusat dan tercatat di Direktorat Jenderal Kakayaan Negara (DJKN).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement