JAKARTA - Pelaku sawit nasional menghelat pertemuan sawit Indonesia ke-2 semenjak dibentuknya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Pada pertemuan disampaikan kontribusi sawit terhadap perekonomian Indonesia pada 2016.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Bayu Krisnamurthi melaporkan, kinerja kepemimpinan sawit selama 1,5 tahun menunjukan kinerja yang membanggakan. Fakta menyatakan Indonesia sebagai produsen dan eksportir minyak sawit terbsar, selain itu Indonesia juga sebagai produsen dan ekportir internasional sustainable palm oil di dunia.
"Kepemimpinan sawit juga ditujukan faktor lain. Pada 2016 sawit memberikan nilai ekspor USD17,8 miliar atau naik dibandingkan capaian 2015 sebesar USD16,5 miliar. Meskipun volume ekpor turun sedikit kontribusi sawit mencapai 12,3% terhadap pendapatan negara," tuturnya, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Hal lain yang membanggakan dari kinerja sawit di 2016 yakni produk hilir yang di ekspor semakin bervariasi. Tercatat 74,6% produk ekpor Indonesia berasal dari industri hiliri atau naik 21% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jenis barang hilirisasi tapi variasi produk ekspor 2016 sudah 54 jenis. Sawit menjadi salah satu produk ekspor yang paling banyak dari industri lainnya," terangnnya.
Catatan penting selama ini, Bayu mengatakan, ekspor sawit tidak lagi berupa produk cair atau olahan cair, tapi pada 2016 pangsa ekspor sudah dalam bentuk bio massa yang mencapai 8,25%. Permintaan produk bio massa diminta Jepang dan Korea.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.