Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parah! Indeks Kelaparan Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

Ulfa Arieza , Jurnalis-Selasa, 14 Maret 2017 |13:17 WIB
Parah! Indeks Kelaparan Indonesia Sangat Mengkhawatirkan
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Data tingkat kelaparan atau Global Hungry Index (GHI) Indonesia menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan. Saat ini GHI Indonesia sebesar 21,9%, artinya Indonesia berada dalam kondisi kritis dalam masalah pemerataan pangan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W Kamdani mengatakan bahwa Indonesia hanya berada di atas Laos dan Myanmar diantara peringkat negara-negara ASEAN.

"Dibandingkan negara ASEAN lainnya kita di bawah. Jadi bayangkan bagaimana ini menjadi masalah yang besar," terangnya dalam Acara Responsible Business Forum and Food and Agriculture, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Kondisi ini menyebabkan keprihatinan dunia global terhadap Indonesia. Shinta yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) mengatakan bahwa periode 2015-2050 setengah populasi dunia akan menaruh perhatian lebih kepada sembilan negara yang mengalami kekurangan gizi.

Indonesia bersanding dengan delapan negara lainnya, yaitu India, Nigeria, Pakisatan, Kongo, Amerika, Etiopia, Tanzania, dan Uganda.

Angka ini, lanjut Shinta dapat ditekan melalui peningkatan ketahanan pada sektor food dan agriculture. Pasalnya, sektor ini memiliki pengaruh pada Sustainable Development Goals (SDGs).

"Kalau kita melihat goal yang nomor dua dari SDGs yaitu bagaimana kita bisa menghindari hunger, itu banyak kepentingannya dengan sustainable development, " ujar Shinta

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement