JAKARTA - Harga tanah diyakini akan tetap stabil apabila nantinya rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara direalisasikan. Meskipun ada perpindahan pusat pemerintahan diperkirakan tidak akan ada perubahan harga tanah secara signifikan.
Namun, Head of Markets Jones Lang LaSalle (JLL) Angela Wibawa menilai dengan dilakukan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke daerah lain yang disebut-sebut akan dipindahkan ke luar Jawa akan memberikan dampak terhadap ibu kota baru meskipun kecil.
"Seharusnya sih pasti akan ada impact-nya karena kalau kita lihat belakangan ini harga tanah kan nggak pernah turun ya. Kalau kita lihat harga tanah akan relatif stabil ya, tapi secara historical nggak ada penurunan harga tanah ya di mana pun," jelasnya dihubungi Okezone di Jakarta.
Apabila nantinya Jakarta tak lagi menjadi ibu kota negara, harga tanah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi pun disebut masih akan relatif seperti pada umumnya.
"Kayaknya sih menurut saya akan tetap relatif stabil. Karena tanah kan semakin sedikit ya kayak di daerah sentral saja ya. Makanya kan pembangunan sekarang ke arah vertikal ya sementara ini," jelasnya.
"Jadi kalau menurut saya seharusnya harga tanah relatif stabil dan kalau kita lihat ke depannya akan meningkat walaupun akan ada daerah lain yang dikembangkan dengan adanya pemindahan ibu kota," tambahnya.
(Rizkie Fauzian)