Dampak dari krisis ekonomi global yang terasa di akhir tahun lalu hingga kuartal I-2009 menyebabkan perpindahan angkatan kerja dari formal ke informal yang cukup besar. Tak heran, para pekerja informal pada umumnya adalah pekerja formal yang terancam PHK akibat krisis ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan jumlah angkatan kerja yang tercatat pada Februari 2009 sebanyak 113,74 juta orang. Jumlah itu bertambah 2,26 juta dibandingkan Februrai 2008 yang hanya 111,48 juta.
Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno akan mengeluarkan kebijakan khusus untuk outsourcing agar aspirasi dari para pekerja terkait dengan sistem kontrak maupun sistem ini bisa dieliminir.
Negosiasi ulang antara serikat pekerja The Boston Globe dengan pemiliknya, The New York Times Co, untuk menghasilkan konsesi sebesar USD20 juta yang dijadwalkan akan mencapai kesepakatan pada Minggu malam waktu setempat, ternyata tidak dihasilkan sepatah kata kesepakatan.
Para perwakilan serikat buruh internasional yang menghadiri Sidang Tahunan Asian Development Bank (ADB) mendesak kuat pembentukan desk khusus yang menangani perburuhan (labor desk) di ADB.
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertras) menggelar Penyerahan Keputusan Presiden RI No.37/M tahun 2009 tentang pengangkatan dalam keanggotaan lembaga kerja sama tripartit nasional.
Pemerintah menargetkan bantuan dana stimulus Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Rp300 miliar mampu menempatkan sebanyak 2,6 juta tenaga kerja di luar dan dalam negeri.
Dari 349 Kabupaten yang tersebar di 33 Propinsi, tercatat 50 Kabupaten yang masuk dalam rapor merah di Departemen Tenaga Kerja dengan tingkat angka pengangguran yang cukup besar.