Gandeng NU & Muhammadiyah, Asbisindo Kembangkan Ekonomi Rakyat

Tomi Sujatmiko, Jurnalis
Senin 03 Desember 2007 18:16 WIB
Share :

JAKARTA - Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menjalin kerja sama dengan dua ormas Islam, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk membiayai proyek percontohan penguatan usaha mikrokecil dan menengah (UMKM).

Pada tahap awal Asbisindo akan mengucurkan Rp2 miliar pada proyek percontohan yang berada di Malang untuk mengembangkan ekonomi rakyat.

"Untuk tahap awal, proyek percontohan ini akan dibiayai sekitar Rp2 miliar. Namun, bagaimana skim dan plafon pinjaman masih dibahas. Ke depan, diharapkan bisa berkembang dan biaya yang diberikan sebanyak-banyaknya," ujar Ketua Umum Asbisindo A Riawan Amin, di Jakarta, Senin (3/12/2007).

Menurut Riawan, dalam kerja sama kali ini, Asbisindo memberikan pembiayaan berupa modal usaha bergulir dan murah. Sedangkan skema pembiayaan akan ditentukan pada Januari atau saat peluncuran program pembiayaan tersebut.

Namun, yang terpenting, pembiayaan akan disalurkan kepada pengusaha UMKM melalui Lembaga Keuangan Mikro yang dimiliki oleh kedua organisasi massa (islam) tersebut. Selain itu, bisa disalurkan melalui BPR Syariah.

Riawan menuturkan, potensi pembiayaan sektor UMKM sangat besar, terutama kredit mikro dengan jumlah kecil dan tidak bisa dilayani oleh bank konvensional. Umumnya, pinjaman masyarakat di bawah Rp1 juta dan rasio terjadinya kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sangat kecil.

Untuk itu, lanjut Riawan, melalui kerja sama ini diharapkan mampu menjangkau pembiayaan kepada masyarakat yang membutuhkan, namun tidak bisa mendapatkan akses perbankan. Selain itu, mampu menggerakkan perekonomian rakyat sehingga bebas dari kemiskinan.

"Umumnya, pinjaman masyarakat sekitar Rp500-700 ribu. Mereka sangat taat membayar dan takut berhutang. Akibatnya, kewajiban selalu lancar dan tidak ada ketakutan memicu NPL yang besar," tandas dia.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya