BANGLI - Siapa sangka akar-akar bambu yang tidak terpakai kini bisa disulap menjadi karya seni bermutu tinggi.
Seperti yang ditekuni oleh salah seorang perajin akar bambu I Kadek Sudanco asal Banjar Penida Kelod, Tembuku Bangli. Dia mengakui lantaran keunikan dan nilai seni yang ada para produk kerajinannya, menyebabkan permintaan konsumen lokal cukup tinggi.
Berbagai jenis kerajinan dihasilkannya dari akar bambu ini. Seperti asbak, patung dan jenis kerajinan seni lainnya. Sudanco mengakui hingga saat ini belum ditemukan kendala yang cukup berarti bagi perajin yang bisa mengganggu produksi.
"Kalau Bahan baku tak masalah, kita hanya terbentur pada masalah modal dan peralatan," ungkap Sudanco saat ditemui, Sabtu (7/6/2008).
Tidak tanggung-tanggung, karya-karyanya itu banyak diminati oleh wisatawan. Bahkan permintaan ekspor pun mulai banyak yang datang.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bangli Sang Made Suryawan ketika dihubungi mengakui salah satu produk kerajinan khas Bangli yang berhasil menembus pasar luar negeri khususnya di Negeri Belanda adalah kerajinan akar bambu.
Jika sebelumnya produk ini hanya diantarpulaukan ke sejumlah kota besar di Jawa, namun kali ini sudah ada ekportir yang datang langsung ke Bangli dan memasarkan produk ini ke luar negeri.
"Sebelum kita mengikuti pameran, kita memang tidak dikenal sebagai salah satu daerah penghasil produk kerajinan akar bambu ini. Namun kini telah ada eksportir yang datang untuk membeli produk kita," ungkap Made Suryawan.
Lebih lanjut Suryawan mengemukakan, dengan adanya ekportir yang datang langsung ke Bangli, maka kini produktivitas perajin akar bambu di Bangli terus digenjot. Bahkan, sejak beberapa bulan terakhir permintaan di pasaran makin meningkat. "Dengan diekport langsung kini permintaan makin meningkat," tegas Suryawan.
Menurut Suryawan, di Bangli produk pembuatan kerajinan akar bambu belum tersebar merata di empat kecamatan yang ada di Bangli. Saat ini sentra penghasil produk ini ada di Kecamatan Tembuku tepatnya di Desa Penida.
"Dulunya produk ini hanya untuk kebutuhan lokal, seperti untuk kebutuhan hotel atau artshop yang ada di daerah wisata. Namun kini, kita berhasil mengekport ke luar negeri khususnya ke Belanda," tegas Suryawan.
(Nurfajri Budi Nugroho)