SBY: 40 Juta Warga Belum Terakses Kredit Mikro

Miftachul Chusna, Jurnalis
Senin 28 Juli 2008 14:26 WIB
ilustrasi: Kerajinan akar bambu di Bali (SIndo)
Share :

NUSA DUA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin dengan masih adanya sekira 40 juta orang di negeri ini yang belum memiliki akses kepada layanan kredit mikro.

"Sampai sekarang kita sudah memiliki 50.000 institusi keuangan mikrokredit. Namun demikian, masih ada sekitar 40 juta orang yang belum memiliki akses terhadap lembaga itu," kata SBY saat membuka Asia Pacific Regional Microcredit Summit 2008 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Senin (28/7/2008).

Presiden menilai, kebanyakan lembaga kredit mikro hanya menyediakan layanan dasar perbankan tanpa mempunyai kemampuan teknis untuk menyalurkan dananya. Akibatnya, kebanyakan dana yang telah disalurkan tidak dapat dikumpulkan kembali untuk didistribusikan ulang guna mendorong pegembangan usaha kecil.

Gubernur Bank Indonesia Boediono yang ikut hadir mengakui, kebanyakan lembaga keuangan mikro hingga saat ini masih bekerja dengan mengandalkan berbagai proyek sehingga belum bisa sebagai indutsri yang sustainabel.

"Soal modal, kita sebenarnya tidak kurang. Tapi soal pendekatan memang masih menjadi tantangan untuk dikembangkan," ujarnya.

Namun demikian, SBY menilai lembaga kredit mikro tetap memainkan peran penting dalam kebijakan ekonomi yang menekankan pertumbuhan dengan pemerataan.

"Karena itu tahun ini pemerintah akan mengucurkan Rp14 triliun untuk program serupa," sebutnya.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya