JAKARTA - Sebagian dana dari penerbitan mandatory exchange bond (MNB) USD368 juta oleh PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA), di antaranya akan dipergunakan perseroan untuk mengembangkan usahanya di dalam negeri.
Nampaknya perseroan bakal banyak berinvestasi di kapal untuk memenuhi asas cabotage yang baru diberlakukan di Indonesia.
Â
"Dana USD200 juta akan dipergunakan untuk pengembangan domestik," kata kata Direktur Keuangan BLTA Kevin Wang dalam Analyst Meeteing & Press Conference di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (13/10/2009).
Â
Saat ini, lanjut dia, merupakan waktu yang tepat untuk melakuan investasi Di mana kebutuhan kapal berbendera Indonesia menjadi sangat penting. Pasalnya, perusahaan-perusahaan minyak, gas dan pertambangan di Indonesia masih banyak yang menggunakan kapal berbendera asing.
Â
Sekretaris Perusahaan BLTA Peter Chayson mengatakan, salah satu contohnya adalah Pertamina. Sebanyak 50 kapal yang digunakan perusahaan tersebut masih berbendera asing. "Kesempatan bagi BLT," jelasnya.
Â
Selain itu, menurutnya harga kapal buatan Indonesia lebih murah dari pada luar negeri. "Saat ini, juga tengah melakukan pemintaan dari Pertamina untuk kapal VLCC dengan kapasitas 300 ribu ton. Di pasar internasional harganya USD45 ribu, tapi dari kita ditawarkan USD30 ribu," paparnya.
Selain itu, menurut Peter, dengan akuisisi BLTA atas CECO ini pihaknya akan mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan peluang di asas cabotage tersebut. Pasalnya, pihaknya akan mendapatkan harga murah untuk kapal dari CECO. "Kesempatan BLTA untuk mendapatkan cabotage akan mendapatkan kapal CECO, dengan harga yang rendah," pungkasnya.
(Rani Hardjanti)