JAKARTA - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengimbau Indonesia untuk tidak panik dalam menghadapi perekonomian dunia yang sedang karut marut akibat krisis keuangan di Amerika Serikat (AS).
Perekonomian dunia saat ini dihadapkan pada masalah harga energi dan pangan, walaupun harga sudah menurun tapi masalah fundamentalnya masih belum bisa teratasi.
"Sebaiknya Indonesia tidak perlu panik menghadapi kondisi tersebut yang akhirnya bisa kehilangan fokus untuk mengatasinya," ujar Erwin kepada wartawan, di Seribu Rasa Resto, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Senin (7/12/2009).
Menurutnya, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk menggenjot kapasitas produksi Indonesia di bidang energi dan pangan secara efektif dan efisien. Artinya, harus dibarengi dengan perbaikan infrastruktur fisik seperti jalanan, jembatan, pelabuhan, dan sarana lainnya.
"Saat ini Indonesia memang belum tergolong menghadapi krisis, tapi kita tidak boleh lengah," katanya.
Hal tersebut diungkapkannya saat memberi sambutan ketika dirinya mendapat atensi dari para pengusaha muda dan pewarta yang merayakan hari kelahiran sang ketua Hipmi tersebut. "Selamat ulang tahun pak. Usia boleh tua tapi semangat tetap muda ya," ujar salah seorang pewarta, ketika menyalaminya.