JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan ada 11 Kementerian Lembaga (KL) yang perlu direformasi, dan ini menjadi tantangan untuk terus ditekan pada 2010.
"Depkeu dua hingga tiga tahun reformasinya. Yang paling penting, Polisi, Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah," kata Sri, dalam sambutannya di acara 10th Annual Citi Indonesia Economic & Political Outlook Seminar: Indonesia 2010: How Do We Stay Ahead?, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Maka dari itu, ada dua hal yang mendukung dari program pereformasian yang digalakkan oleh Sri Mulyani. Pertama, bersama-sama mereformasi KL yang merupakan suatu standar establish, maka tingkah laku dari edukasi menjadi reliable.
"Kedua, pada semester kedua saat negara melakukan exit policy tapi APBN-nya sudah berdarah-darah. Eropa ada enam negara, mereka kondisi alert, APBN enggak suistanable, besar pasak daripada tiang, perlu Menkeu yang nekat saja," jelasnya.
Di sisi lain, Sri menambahkan, bila mata uang dolar terhadap renminbi sedang mencari kekuatan, mana yang terbaik dari dua mata uang tersebut yang akan deflating.
Maka dari itu, untuk melihat 2010 ini, pemerintah perlu meng-adjust budget policy yang bisa menciptakan pertumbuhan untuk kesejahteraan rakyat. Kombinasinya adalah domestik demand dan eksternal.
"Mungkin permintaan domestik tidak jadi fokus meskipun kita hati-hati budget direvisi karena kenaikan yang terlalu tajam karena digerus daya beli. Oleh karena itu defisit, pada akhirnya mungkin budget harus diposisikan menjadi instrument achive national growth selama kuat.. Dari sisi kebijakan enggak ada yang sifatnya surprise dan mengagetkan tetapi jadi bahasa yang sama," paparnya.