JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat “idA+” untuk perusahaan rekreasi dan properti, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dengan prospek stabil. Selain itu, obligasi I tahun 2007 sebesar Rp200 miliar juga ditetapkan pada level stabil.
Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Rifan Firmansyah mengatakan, peringkat tersebut mencerminkan keberadaan perusahaan yang kuat pada segmen bisnis rekreasi, prospek pendapatan yang tetap dan tinggi, struktur modal yang konservatif, dan proteksi arus kas yang sangat kuat.
“Namun peringkat ini diperlemah dengan ketersediaan tanah yang relatif terbatas untuk mendukung bisnis properti dan terbatasnya pertumbuhan bisnis rekreasi” ujarnya.
Selain mengoperasikan Ancol yang merupakan kawasan rekreasi terbesar di Indonesia, perseroan juga bergerak di bisnis properti yaitu dengan mereklamasi kawasan sekitar tempat rekreasi dan kemudian menjual tanah tersebut.
Pada 2010, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp520,93 miliar atau naik 48 persen dari tahun sebelumnya Rp350 miliar. Dana itu digunakan untuk bidang usaha pariwisata sebesar Rp265,28 miliar, properti Rp225,95 miliar, dan lain-lain sebesar Rp29,7 miliar.
(Candra Setya Santoso)