Jasindo Kerja Sama Asuransi dengan 16 BUMN

Wilda Asmarini, Jurnalis
Jum'at 18 Juni 2010 13:54 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Asuransi pelat merah PT Asuransi Jasindo (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)  dengan 16 BUMN lainnya, serta tiga anak perusahaan BUMN dan BP Migas.

Keenambelas BUMN itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Telkom Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Pupuk Sriwijaya, PT Merpati, PT Garuda Indonesia, Perum Pegadaian, PT Indo Farma, PT Dahana, PT Aneka Tambang Tbk,  PT Krakatau Steel, PT Semen Gresik Tbk, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia.

Sedangkan ketiga anak BUMN yang menandatangani MoU tersebut adalah PT Semen Tonasa, PT Petro Kimia Gresik, dan PT Pupuk Iskandar Muda.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam keterangan tertulisnya di  Jakarta, Jumat (18/6/2010) secara khusus meminta kepada PT Asuransi Jasa Indonesia untuk siap memberikan dukungan penuh kepada BUMN yang memerlukan jasa asuransi kerugian dengan mengedepankan azas profesionalisme dan layanan prima.

"Penandatanganan MoU ini merupakan implementasi dari sinergi antar BUMN berlandaskan prinsip kerjasama saling menguntungkan serta untuk mengoptimalkan potensi dan kekuatan masing-masing BUMN guna memberikan mutual benefit bagi stakeholders terutama pemegang saham," jelasnya.

Mustafa juga mengharapkan sinergitas menimbulkan Economic of Scale yang lebih baik bagi BUMN, sehingga mampu memberikan tingkat kualitas layanan yang lebih baik dan efisien, khususnya dalam harga yang lebih kompetitif dan nilai yang lebih tinggi.

Kerja sama antara beberapa BUMN dengan PT Asuransi Jasindo, yang merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang industri asuransi kerugian di Indonesia, merupakan salah satu langkah yang diharapkan dapat mendukung perusahaan asuransi kerugian milik Negara, sehingga perusahaan-perusahaan BUMN dapat memiliki competitive advantage dan menjadi market leader di industrinya masing-masing, yang pada akhirnya memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional. Saat ini, pangsa pasar industri asuransi kerugian di Indonesia masih didominasi oleh sektor asuransi swasta yang mayoritas memiliki captive market tersendiri.

Diharapkan BUMN dapat memberikan dukungan konkrit kepada perusahaan asuransi kerugian BUMN antara lain dalam bentuk kerjasama asuransi terhadap proyek-proyek (Contractors’ All Risks dan Erection All Risks), penjaminan (Surety Bond, Kontra Bank Garansi, Custom Bond dan Financial Guarantee), perlindungan asset (Property All Risks, Industrial All Risks, Asuransi Kendaraan Bermotor, Liability Insurance, Cargo Insurance, Marine & Aviation Hull Insurance, Telecommunication Insurance, Casualty Insurance), asuransi energi (Energy Insurance), proteksi employment (Personal Accident Insurance), proteksi terhadap top-level management (Directors’ & Officers’ Liability Insurance) serta pengembangan bisnis ritel asuransi dan Bancassurance.

Dalam kaitan kerja sama asuransi dengan pihak perbankan, kerja sama yang ada tidak terbatas pada penggunaan dan pengembangan produk-produk, namun juga diharapkan kerja sama yang ada mencakup pengembangan sistem informasi, pendanaan dan investasi, penjaminan (asuransi keuangan) serta pelaksanaan jasa layanan perbankan dan jasa asuransi yang terpadu.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya