JAKARTA - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mensinyalkan bila posisi Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tetap dijabat oleh Rinaldi Firmansyah. Pasalnya, dirinya tidak mengelak ketika pewarta menanyakan seputar kemungkinan Rinaldi Firmansyah tetap akan berada di posisinya semula.
Mustafa menuturkan saat ini pemerintah tengah menyiapkan tiga nama direksi baru yang tengah digodok oleh Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Wakil presiden.
"Boleh-boleh saja kan berasumsi, siapa pun itu? Yang jelas dari internal Telkom, bisa saja tadi yang disebutkan (Rinaldi Firmansyah)," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (30/8/2010).
Sebelumnya, isu pergantian Direktur Utama BUMN telekomunikasi ini telah berhembus sejak Juni lalu, namun nyatanya pada kesempatan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 11 Juni lalu tidak jadi merombak jajaran direksi dan komisarisnya.
Jabatan direksi dan komisaris Telkom pun akan diperpanjang paling lama 1,5 bulan mendatang terhitung sejak RUPS-LB dilangsungkan. “Jadi, jabatan direksi yang sekarang diperpanjang sampai RUPSLB nanti. Mungkin 1-1,5 bulan atau sekira 35 hari terhitung sejak RUPS kemarin,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta, Juni lalu.
Perpanjangan masa jabatan itu dilakukan lantaran penilaian calon direksi PT Telkom yang disampaikan pemegang saham kepada tim penilai akhir (TPA) belum rampung.
Pemerintah sudah menyampaikan tiga calon direksi Telkom, yang berasal dari internal perusahaan. Sejumlah posisi yang akan diganti yakni, direktur utama, satu direksi, dua komisaris independen, dan komisaris utama.
Menurut dia, perpanjangan masa jabatan itu normal dilakukan dan tidak ada kepentingan politik maupun bisnis yang mengintervensi. “Ini normal saja, tidak dibawa kepentingan lain-lain. Saya bukan orang politik, saya tidak punya kepentingan bisnis. Yang ada kepentingan semua dan kepentingan publik,” tutur dia.(adn)
(Rani Hardjanti)