JAKARTA - Cadangan pangan terutama beras dibutuhkan sebagai langkah antisipasi pemerintah dalam menjaga ketersediaan menghadapi perubahan iklim.
"Kebijakan untuk memperkuat cadangan beras kita menjadi penting karena negara lain juga begitu," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (8/9/2010).
Cadangan pangan, jelasnya, dibutuhkan karena perubahan iklim yang terjadi saat ini sangat sulit diprediksi, yang ditandai dengan musim kemarau yang justru seperti musim hujan.
Kebijakan tesebut, lanjutnya, telah dilakukan oleh bebarapa anggota lain. Semua negara memperkuat cadangannya, karena tidak secure dengan iklim.
Selama Agustus, hampir tidak ada kemarau dan malah hujan terus. "Jadi kita tidak mengalami kemarau karena sekarang sudah masuk musim hujan. Kalau kemarau seperti ini, musim hujan seperti apa. Maka, kita harus meningkatkan stok," ujar Hatta.
Lebih lanjut, Hatta mengatakan pemerintah berupaya menambah pasokan beras hingga tiga juta ton karena kebutuhan saat ini sekira 2,6 juta ton per bulan.
"Kita kalau bisa tingkatkan sebesar-besarnya. Itu masih lagi menunggu panen kita berikutnya. Maka saya katakan panen kita berikutnya itu kan kita tidak mau mengambil risiko terhadap iklim yang seperti ini," pungkasnya.