SURABAYA - Omzet PT PAL Indonesia dinilai masih terlalu kecil. Sebab, PT PAL Indonesia hanya mampu meraup omzet sebesar Rp1,5 triliun per tahun. Padahal, dengan kondisi saat ini, perusahaan pelat merah tersebut mampu meningkatkan omzet menjadi Rp2,5 triliun per tahun.
"Saya yakin, PT PAL mampu meningkatkan omzet menjadi Rp2,5 triliun per tahun, dan pihak pemerintah akan siap membantu," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustofa Abubakar, saat penyerahterimaan kapal DSBC dari PT PAL ke pemesan Azurite Invest Ltd, British Virgin Island, Singapura, di kantor PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (15/10/2010).
Target omzet sebesar Rp2,5 triliun per tahun ini bisa diwujudkan seiring komitmen pemerintah dalam meningkatkan seluruh perusahaan BUMN. Selain itu, dukungan juga datang dari berbagai elemen termasuk beberapa mitra kerja di luar negeri.
Seperti yang terjadi saat ini. Yakni produk dari PT PAL mampu menjadi produk yang berkualitas dunia. Buktinya, Azuurite Invest Ltd, British Virgin Iland, Singapura membeli kapal buatan anak negeri itu.
Lebih jauh pria kelahiran Nangro Aceh Darussalam ini mengatakan, komitmen pemerintah dalam menyehatkan BUMN adalah dengan melibatkan BUMN dalam pembuatan produk-produk yang dibutuhkan negara.
Contohnya, pembuatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) harus ditangani dalam negeri. "Jika kita masih mampu membuat tidak perlu Impor, begitu kata Pak Presiden." ujarnya.
Ia juga mengatakan, selain PT PAL, Indonesia juga memiliki 141 BUMN. Di antaranya, PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad, Krakatau Steell, PT Perkebunan Nusantara dan lain-lain.
Beberapa BUMN tersebut sedang diupayakan untuk menjadi tonggak penghasil devisa. Pemerintah juga menyadari, beberapa BUMN tersebut sedang dalam keadaan menuju kebangkitan setelah termakan krisis.
Usai memberikan sambutan, Mustofa Abubakar juga turut menyaksikan penyerahaan kapal tersebut. Adapun kapal yang diserahkan kali ini yang dikenal dengan nama STAR 50. Kapal tersebut merupakan produk unggulan PT PAL di pasar internasional dan sudah di ekspor kesembilan negara tetangga.
Kapal jenis Double Skin Bulk Carrier 50 ribu DWT ini memiliki dimensi panjang 189,840 meter, panjang diantara garis tegak 182,516 meter, Lebar 30,50 meter, Sarat air Desain 11 meter, sarat pengukuran 12,80 meter.