Restrukturisasi Utang, IMAS Debt to Equity Swap Rp380 Miliar

Widi Agustian, Jurnalis
Rabu 27 Oktober 2010 09:41 WIB
ilustrasi. foto: corbis
Share :

JAKARTA - PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) bakal melakukan debt to equity swap untuk melunasi utangnya dan utang anak-anak usahanya. Dengan demikian, IMAS bakal melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement.

"Perseroan bermaksud untuk melakukan restrukturisasi untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran atas utang perseroan dan anak-anak perseroan kepada TIP (kreditur)," jelas perseroan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (27/10/2010).

TIP sendiri merupakan perusahaan terafiliasi dari IMAS, yang juga salah satu pemegang saham IMAS dengan kepemilikan sebanyak 20,47 persen sekarang ini. Setelah rangkaian transaksi ini terjadi, maka kepemilikan TIP di IMAS bakal meningkat menjadi 24,58 persen.

Sekarang ini, perseroan memiliki utang sebanyak Rp30,74 miliar, sementara anak-anak usaha perseroan NA, UPM, WICM, dan IMGSL sebesar Rp339,74 miliar. Di tambah lagi dengan beban bunga atas utang-utang tersebut sebesar Rp9,5 triliun. Dengan demikian total utang tersebut adalah sebesar Rp380 miliar.

"Untuk dapat dilaksanakannya transaksi debt to equity swap maka perseroan perlu untuk melakukan transaksi penambahan modal tanpa HMETD," jelasnya.

Lalu, perseroan mengeluarkan saham baru kepada TIP sebanyak 54.293.470 saham dengan nilai Rp380 miliar. Di mana harga konversi akan menjadi Rp6.999 per saham. Sehingga kepemilkan TIP di IMAS bertambah menjadi 4,11 persen menjadi 24,58 persen.

Sebelum transaksi dilakukan, nilai pasar wajar 100 persen saham perseroan adalah Rp5,415 triliun, atau Rp5.434 per saham. Di mana nilai ekuitas perseroan adalah Rp694,21 miliar atau Rp697 per saham.

Jika transaksi debt to equity swap ini telah efektif, maka nilai saham perseroan secara teoritis akan meningkat menjadi Rp5.515 per saham, atau naik Rp81 per saham. Sementara nilai buku ekuitas akan naik menjadi Rp326 per saham, menjadi Rp1.022 per saham.

Dengan transaksi ini, maka jumlah kewajiban perseroan akan berkurang Rp380 miliar dan rasio utang perseroan akan menjadi 4,49 dari sebelumnya 7,47.

Di samping itu, perseroan juga mengaku akan melakukan transaksi penambahan kegiatan usaha utama. Di mana perseroan akan melaksanakan secara langsung kegiatan usaha corporating company yang selama ini telah dijalankan oleh anak-anak perseroan. Khususnya untuk bidang perdagangan umum, termasuk ekspor dan impor kendaraan bermotor (automotif) termasuk suku cadang dan aksesoris automotif.

Untuk itu, perseroan akan meminta izin pemegang saham perseroan untuk merealisasikan aksi tersebut dengan mengadakan RUPSLB pada 26 November mendatang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya