JAKARTA - Komisi V menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direksi Maskapai Garuda Indonesia. Sejumlah anggota komisi bidang perhubungan ini mempertanyakan dugaan kekacauan penerbangan dengan rencana pelepasan sebagian saham (IPO) dalam waktu dekat.
"Perubahan (sistem) harus dan back up. Kenapa tidak di-back up. Ini tidak mungkin tidak disengaja, ini kasus luar biasa apa terkait dengan IPO?" kata anggota Komisi V Yoseph di ruang Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2010).
Kecurigaan yang sama dilontarkan anggota dari Fraksi PDIP Sadar Restuwati. "Apa ini dimaksudkan untuk menjual saham Garuda dengan murah," katanya.
Anggota komisi V lainnya Bambang Soetrisno berpendapat sistem integrasi yang dilakukan Garuda harusnya disosialisasikan agar tidak terjadi kekacauan. Dia bahkan mempertanyakan kekacauan penerbangan terkait isu demo pekerja Garuda.
Pertanyaan anggota Komisi V akan dijawab Direktur Utama Emirsyah Satar termasuk jajaran Kementerian Perhubungan terkait pengelolaan sistem penerbangan di Angkasa Pura.