Daftar Privatisasi BUMN Diserahkan Akhir Desember

J Erna, Jurnalis
Kamis 09 Desember 2010 16:15 WIB
Deputi Bidang Jasa Keuangan Menteri BUMN Parikesit Suprapto.
Share :

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menyerahkan daftar sejumlah BUMN yang masuk program privatisasi 2011 kepada Menteri Koordinator Perekonomian pada akhir Desember 2010. Selanjutnya, daftar tersebut akan dibahas di Komite Privatisasi.

"Daftar BUMN yang diprivatisasi ini akan diserahkan ke Menko akhir Desember. Biasanya, long list BUMN yang diprivatisasi diserahkan akhir tahun,” kata Deputi Bidang Jasa Keuangan Menteri BUMN Parikesit Suprapto di Jakarta, Kamis (9/12/2010).

Sementara dari kedeputiannya, dia menjelaskan, hanya mengusulkan satu BUMN untuk diprivatisasi. BUMN tersebut adalah PT Jasindo. BUMN asuransi tersebut sebelumnya berencana mencatatakan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II/2010, dengan target raihan dana antara Rp500 miliar-Rp600 miliar.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar sebelumnya menyatakan, akan ada sekitar 7-10 BUMN yang diusulkan untuk diprivatisasi pada tahun depan. Dia memperkirakan, sekitar setengah dari target tersebut bisa diprivatisasi pada 2011.

Pemegang saham sempat mengungkapkan, BUMN yang masuk dalam program privatisasi tahun depan bergerak di sektor keuangan nonbank, jasa kontruksi, serta jasa pendukung perhubungan.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, ada tujuh BUMN yang akan diprivatisasi pada 2011. Ketujuh BUMN itu, yakni PT Hutama Karya, PT Jasindo, PT Rekayasa Industri, PT Semen Baturaja, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), dan PT KBI. Adapun, PT Hutama Karya mengaku siap menjadi perusahaan terbuka pada tahun depan.

Sementara PNM menyatakan, baru siap mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada dua atau tiga tahun mendatang. “Kami baru mengembangkan usaha dan baru beberapa tahun ini mendapat laba. Kami akan memperkuat posisi keuangan dulu, mungkin 2012 atau 2013 baru IPO,” tandas Direktur Utama PNM Parman Nataadmaja.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya