Pasang Trafo Gitet Gandul-Cinere, PLN Keluarkan Rp195 M

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Selasa 14 Desember 2010 13:37 WIB
ilustrasi
Share :

JAKARTA - Pemasangan trafo baru di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet) Gandul-Cinere yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) memakan biaya sekira Rp195 miliar sampai tahap konstruksi.

Trafo interbus (interbus transformer/IBT) 500/150kV tersebut berkapasitas 500 Mega Volt Ampere (MVA) ini berasal dari China dipasang pada 11 Desember lalu.

"Dana yang digunakan untuk trafo ini adalah dari dana PLN sendiri," ungkap Direktur Operasi (DIROP) PLN Jawa Bali , Ngurah Adyana, di Jakarta, Selasa (14/12/2010).

Adyana menambahkan, selain itu juga, trafo ini berpotensi mengurangi pengggunaan BBM di PLTU/GU Muara Karang hingga 15 ribu kilo liter (kl) per bulan dengan nilai penghematan diperkirakan mencapai Rp50,4 miliar per bulan.

Trafo raksasa ini merupakan bagian dari lima trafo induk yang dibeli PLN pada tahun ini dan dipasang di lima GITET yaitu Bekasi, Cibatu, Gandul, Kemabangan dan Cilegon. Trafo di GITET Bekasi telah beroperasi sejak 16 November 2010 dan yang lain ditargetkan beroperasi Desember 2010.

"Dengan beroperasinya trao IBT ini akan lebih meningkatkan sekuriti suplai listrik pada sistem Jawa-Bali khususnya Jakarta,sekaligus akan meningkatkan fleksibilitas manuver beban dengan subsistem lain pada sistem Jawa-Bali jika terjadi gangguan," jelasnya.

Hingga akhir tahun 2010, sistem kelistrikan Jawa-Bali mendapat tambahan pasokan daya 1.130 Mega watt (MW) dengan masuknya PLTU Indramayu, PLTU Labuan II dan repowering PLTU Muara Karang. Di sisi transmisi, selain penambahan lima unit trafo IBT tersebut, juga terdapat tambahan 44 unit trafo 150 kilo Volt (kV) dan 70 kV, dengan total kapasistas 2.520 MVA. Sementara distribusi terdapat tambahan 7.317 unit trafo distribusi dengan total kapasistas 817,53 MVA. Saat ini beban puncak sistem Jawa Bali sekira 18.100 MW dan beban puncak Jakarta sekira 5.500 MW.

Dengan tambahan tersebut maka sistem kelistrikan Jawa Bali yang telah terinterkoneksi melalui saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500kV ini semakin andal dengan cadangan daya yang cukup dan mampu memenuhi permintaan masyarakat akan listrik.

"Dengan adanya trafo IBT tersebut, maka cadangan cukup sehingga jika terjadi ganggguan di salah satu trafo pelanggan tidak perlu lagi mengalami pemadaman cukup lama karena beban akan langsung dialihkan ke saluran lainnya," tegasnya.

Adyana pun memaparkan bahwa belanja modal (capital expenditure/capex) PLN untuk 2011 diperkirakan sekira Rp60 triliun. Capex itu akan digunakan antara lain untuk pembangkit, transmisi, dan distribusi. "Untuk komposisinya kami belum bisa membicarakan, karena ini masih dalam tahap pembicaraan," tandasnya.(adn)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya