Tantangan Ekonomi 2011, Waspadai Krisis Global Baru

Yuni Astutik, Jurnalis
Senin 03 Januari 2011 11:40 WIB
Presiden SBY. Foto: Suratman/Koran SI
Share :

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperingatkan adanya krisis global baru yang akan menjadi salah satu penghalang pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi di 2011.

"Memang akan ada beberapa faktor yang akan menjadi penghalang dalam pencapaian sasarn tersebut. Yang perlu diwaspadai adalah adanya krisis global baru," kata SBY, saat membuka perdagangan saham, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (3/1/2011).

Kemudian, faktor pengganggu lainnya yakni inflasi global, dan inflasi di bidang pangan, di mana harga pangan terus merangkak naik serta harga komoditas dunia semakin hari semakin tinggi.

"Yang menjadi faktor lain yaitu climate change, banjir bandang bukan cuma Indonesia yang mengalami. Perubahan climate yang ekstrim telah mengubah pertanian dunia," ungkapnya.

Selain itu, adapula yang tidak kalah membahayakan yaitu, bencana alam, wabah penyakit, dan kerusuhan sosial. "Jika semua itu terjadi dalam skala yang tinggi, maka akan berpengaruh. Diperlukan kolaborasi pembangunan antara DPR, pemerintah, dunia usaha, serta semua elemen agar hasil yang dicapai baik," tandasnya.

Seperti diketahui, SBY menargetkan pertumbuhan ekonomi di 2011 mencapai angka 6,4 persen. Adapun dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan APBN 2011 telah ditetapkan sejumlah sasaran yang harus diperjuangkan. "Ini tentu lebih tinggi dari 2011. Artinya perbaikan, di mana pertumbuhan tahun ini diharap 6,4 persen," ungkapnya.

Adapun target lainnya yaitu, inflasi bisa mencapai angka 5,3 persen serta angka pengangguran menurun menjadi tujuh persen. Diketahui, saat ini angka pengangguran berada di posisi 7,15 persen. Di samping itu, SBY juga mengharapkan tingkat kemiskinan bisa turun antara 11,5-12,5 persen.

Namun, dia mempertanyakan apakah semua sasaran tersebut akan mudah dicapai? "Tidak gampang. Perlu kerja keras. It's a achievable. Ini bisa dicapai, tidak mungkin tidak bisa di capai," pungkasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya