JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) resmi mengakuisisi PT Bank Agroniaga Tbk. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Akta Akuisisi Saham PT Bank Agroniaga Tbk antara BRI dengan Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) di Jakarta kemarin.
“Dengan ditandatanganinya akta ini, maka terhitung sejak 3 Maret 2011, Bank BRI secara resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali pada PT Bank Agroniaga Tbk,” tutur Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir.
Sofyan mengatakan, BRI berkesimpulan pengambilalihan Bank Agro dapat menciptakan sinergi yang berujung pada peningkatan shareholders value. “Dengan dasar inilah, BRI dan Dapenbun menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham pada 19 Agustus 2010,” ungkapnya.
Menurut Sofyan, dengan ditandatangani akta akuisisi, maka BRI efektif menjadi pemilik 3.030.239.023 lembar saham atau 88,65 persen dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh di Bank Agro pada 29 Desember 2009.
Saham Bank Agro tersebut dibeli dengan harga Rp109 per lembar saham atau total nilai akuisisi adalah sebesar Rp330,3 miliar.
“Bank Agro pascaakuisisi diupayakan mampu menyediakan produk dan jasa perbankan pada seluruh lapisan masyarakat dan pembiayaan akan difokuskan pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya sektor agrobisnis,” tutur Sofyan.
Head of Technical Analyst PT Batavia Prosperindo Securities Billy Budiman menuturkan, aksi korporasi yang dilakukan BRI akan menguntungkan kedua belah pihak, baik BRI maupun Bank Agro.
BRI akan diuntungkan karena penyaluran kredit mikronya makin terintegrasi. “Sementara untuk Bank Agro mereka mendapat induk yang berpengalaman dan membuat bisnis mereka lebih baik,” ungkapnya. (rakhmat baihaqi)