JAKARTA - Produsen teh kemasan siap saji merek Teh Gelas yang merupakan anak usaha dari Orang Tua Group, PT CS2 Pola Sehat menargetkan, mampu menguasai pangsa pasar hingga 45 persen pada tahun 2011.
Managing Director Teh Gelas Dicky Susanto mengatakan, pangsa pasar Teh Gelas di sektor minuman teh kemasan siap saji secara nasional pada 2010 adalah sekitar 20 persen.
"Kalau dari segi volume, tahun lalu omzet sekitar dua juta karton. Kalau pasar nasional, menurut data Nielsen, tahun 2010, omzet minuman teh kemasan siap saji di Indonesia mencapai sembilan juta liter," kata Dicky di Jakarta, Senin (14/3/2011).
Sementara itu, Dicky menjelaskan, dengan adanya program promosi Gelegar Kebaikan Teh Gelas, penjualan Teh Gelas mengalami lonjakan sebesar 30-40 persen dibandingkan 11 bulan lalu. "Sebelumnya, rata-rata pertumbuhan omzet sekitar 10-15 persen," ucapnya.
Menurut Dicky, dengan perkiraan harga per liter senilai Rp4.000, maka omzet minuman teh kemasan siap saji mencapai Rp36 miliar. Pada saat ini, kata dia, ada sebanyak 3-4 merek minuman teh kemasan siap saji yang berskala nasional.
"Secara volume, Teh Gelas berhasil menjadi pemimpin pasar. Penjualan kami terutama dipacu oleh pasar di pulau Jawa yang berkontribusi hingga 30 persen, kawasan Timur Indonesia sekitar 25 persen, dan sisanya dari daerah lain," tutur dia.
Untuk mencapai target pertumbuhan pangsa pasar, maka, jelas dia, Teh Gelas menginvestasikan dana sekitar Rp30 miliar. Dana itu, papar dia, digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, dengan memodernisasi mesin. Menurut dia, pada saat ini, utilisasi Teh Gelas berkisar 70-80 persen.
"Tapi, peningkatan omzet ngga selalu memacu produksi. Karena, selama ini kita sudah siapkan spare 10-20 persen untuk meningkatkan omzet," kata dia.
Terkait harga, Dicky menegaskan, pihaknya belum berencana menaikkan harga pada tahun 2011 dari Rp1.000 per kemasan (gelas). Walaupun, Dicky mengakui, kenaikan harga bahan baku yakni gula mulai mengganggu produksi sejak November 2010. "Komitmen kami adalah fokus efisiensi produksi dan internal perusahaan. Paling-paling, marjin terpotong," kata Dicky.
Sementara itu, dia mengungkapkan, meski porsinya masih kecil, Teh Gelas ditargetkan mampu merambah pasar ekspor hingga ke Asia Selatan dan Asia Tenggara pada tahun ini. Pada saat ini, kata Dicky, Teh Gelas diekspor ke Vietnam, Thailand, dan Brunei Darussalam. "Masih kecil porsinya. Belum sampai lima persen. Masih penetrasi pasar. Fokus kita masih di dalam negeri," tandas Dicky.
Sementara itu, Public Relations Manager Orang Tua Yuna Eka Kristina mengatakan, kontribusi Teh Gelas terhadap bisnis grup mampu menyumbang sekitar 30 persen.
Yuna menambahkan, perusahaan selalu melakukan inovasi varian rasa produk setiap tahun. “Tahun ini, kami akan menciptakan lima varian rasa dari berbagai produk,”tutupnya.
(Widi Agustian)