Aset Pertamina di Libya Aman

Muhammad Rifai, Jurnalis
Rabu 16 Maret 2011 18:43 WIB
Gedung Pertamina. Foto: okezone
Share :

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan aset-aset atau proyek Pertamina yang sedang berjalan di Libya dalam kondisi aman. Adapun jika terjadi apa-apa dengan aset Pertamina tersebut, pihak Libya akan menggantikannya dalam bentuk kompensasi atau aset lain.

"Saat ini aset kita masih seperti dahulu. Kontrak tidak serta merta expire," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, saat rapat dengar pendapat tentang PSO dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Karen menjelaskan, walaupun saat ini Libya mengalami krisis politik, namun aset dan kontraknya hingga saat ini masih tetap berjalan. Apabila kontrak itu tidak berjalan, barulah pihaknya akan diberikan ganti rugi atau kompensasi berupa aset di tempat lain.

"Semoga krisis politik segera berakhir, dan hingga saat ini kita masih menunggu sampai kontrak itu bisa beroperasi kembali. Kami masih menunggu, sampai kita bisa melanjutkan kontrak kembali," tukas Karen.

Sebagai informasi, Pertamina memiliki dua lapangan di Libya, yaitu Blok 17-3 Cekungan Sabratah (off shore) dan Blok 123-3 Cekungan Sirte (on shore) yang kontraknya ditandatangani atas kesepakatan bersama antara Pertamina dan Pemerintah Libya sejak 2005 lalu. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya