JAKARTA - PT Pelindo II berharap dapat membuat Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pusat pengisian bahan bakar (BBM) nonsubsidi marine.
"Pelan-pelan Tanjung Priok jadi pusat pengisian BBM nonsubsidi marine," kata Manajer Pelayanan Pelanggan dan Sistem Informasi Pelindo II, Ian Budisantoso saat ditanyai wartawan di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (14/6/2011).
DIa juga berharap kapal-kapal yang melakukan pergerakan di Tanjung Priok 50 persennya mau mengisi BBM di tempat tersebut. "Pergerakan kapal di Tanjung Priok sampai 90 hingga 100 kapal, tapi tidak semuanya isi BBM. Diharapkan saat ini 50 persennya isi. Marketing juga harus aktif," tambahnya.
Dia menjelaskan keuntungan dari kerja sama dengan PT Pertamina tergantung berapa banyak bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi marine yang terjual. "Keuntungan kita tergantung penjualan, kita hanya menyiapakan jasa pelabuhan dan bungker," ujarnya.
Ian menjelaskan, saat ini bungker yang ada di Tanjung Priok sebagian besar digunakan oleh Pertamina. Dia juga menyebutkan harga BBM nonsubsidi marine berada di kisaran Rp10 ribu per liter. "Harganya sama dengan market internasional," ujarnya.
(Widi Agustian)