Pantau Gejolak Pasar, Kemendag Terapkan E-Monitoring

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Rabu 20 Juli 2011 18:17 WIB
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu Foto: Koran SI
Share :

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menerapkan mekanisme e-monitoring dan Early Warning System (EWS) untuk mengantisipasi berbagai gejolak pasar.

Mendag Mari Elka Pangestu dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, hari ini, menjelaskan e-monitoring merupakan instrumen pelaporan secara online dan real time yang dapat memantau pelaksanaan anggaran di seluruh satuan kerja di pusat maupun daerah secara terintegrasi.

"Mekanisme ini menjadi alat konsolidasi data dari beberapa dokumen anggaran, sekaligus bahan pimpinan kementerian dalam proses pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan," kata Mari, Rabu (20/7/2011).

Para pemangku kepentingan dapat memantau informasi pra-kontrak, pagu DIPA, penyerapan keuangan, serta rencana dan realisasi pelaksanaan kegiatan prioritas kementerian perdagangan (Kemendag) melalui e-monitoring.

Selain e-monitoring, Kemendag juga memiliki instrumen untuk mengantisipasi gejolak pasar, yakni Early Warning System (EWS). EWS ini diterapkan dalam pemantauan harga bahan pokok di seluruh provinsi di Indonesia baik secara bulanan, mingguan, dan harian; sesuai misi menjaga ketersediaan bahan pokok dan penguatan jaringan distribusi nasional. 

"Berbagai data yang ditampilkan dalam EWS dapat memberikan indikasi-indikasi gejolak harga dan pasokan stok. Dengan demikian, Kemendag dapat menerapkan langkah antisipasi yang tepat," imbuhnya.

Informasi tentang berbagai komoditi tersebut juga dapat dijadikan bahan analisis dan rekomendasi bagi para pembuat kebijakan atas masalah-masalah krisis bahan pokok.

"Analisis itulah yang akan menjadi dasar penetapan alternatif skenario penyelesaian krisis bahan pokok seperti operasi pasar, pasar murah, inspeksi mendadak, dan koordinasi cepat dengan dunia usaha," ujar Mari. 

(Andina Meryani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya