PEKANBARU - Pertumbuhan industri manufaktur di Riau mengalami pertumbuhan sebesar 3,88 persen dibanding dengan triwulan pertama 2011.
Pertumbuhan industri manufaktur triwulan II ini dipengaruhi oleh industri makanan dan minuman yakni sebesar 8,21 persen. Sementara industri dari kayu dan barang dari kayu (bukan furnitur) dan barang anyaman tumbuh sekira 1,12 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Abdul Manaf mengatakan salah satu industri yang termasuk dalam jenis ini adalah pabrik pengolahan kelapa sawit atau (PKS). Kemudian pabrik-pabrik yang mengelola hasil dari PKS, namun produksinya mengolah makanan dan minuman.
"Produksi industri jenis ini merupakan salah satu primadona Riau," kata Abdul Manaf, kepada okezone, Kamis (4/8/2011).
Berbeda dengan industri makanan dan minuman, industri kertas dan barang dari kertas yang juga merupakan produk unggulan Riau malah mengalami pertumbuhan negatif yakni turun 6,59 persen di triwulan II ini.
"Jenis industri paper dan paper products merupakan industri dengan orientasi ekspor. Meski permintaan dari dalam negeri ada. Sehingga peningkatan produksi maupun sebaliknya sangat tergantung dari permintaan luar negri, tapi kali ini pertumbuhannya menurun," imbuhnya.
Sedangkan untuk industri jenis karet maupun sejenisnya dan barang dari plastik juga mengalami pertumbuhan yang negati yakni turun 8,57 persen pada triwulan II ini.
(Widi Agustian)