JAKARTA - PT Semen Gresik (persero) Tbk (SMGR) mengaku tidak mempunyai rencana untuk menaikkan harga jual semen, meskipun terjadi peningkatan cost produksi perseroan sebesar lima hingga 10 persen.
Direktur Utama Perseroan Dwi Soetjipto menuturkan, memang cost produksi naik, namun ketatnya persaingan di industri semen tidak memungkinkan perseroan untuk menaikkan harga jual.
"Kita belum akan naiikan harga jual, karena persaingan di Industi ini cukup ketat," ungkapnya kala ditemui usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jakarta, Rabu (19/10/2011).
Dwi mengaku, kenaikan cost produksi kali ini dikarenakan adanya kenaikkan batu bara dan listrik.
Dengan adanya kenaikkan cost produksi tersebut serta menjelang keluarnya laporan keuangan kuartal-III 2011, pihaknya memasang target koservatif mengenai perolahan baik dari segi laba bersih maupun dari segi pendapatan perseroan, dimana Dwi menargetkan hanya naik sekiran lima persen hingga 10 persen.
Meski begitu, perusahaan pelat merah tersebut tetap optimis bahwa semua targetnya tahun ini akan tercapai.
Seperti diketahui, menjelang kuartal-III 2011 ini laba perseroan diperkirakan naik lima hingga 10 persen yakni Rp2,647-Rp2,774 triliun. Pada kuartal III-2010 lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,522 triliun.
Sementara pendapatan pada kuartal III-2011 diperkirakan berada pada kisaran 10-12 persen, yakni Rp11,321-Rp11,527 triliun. Pada kuartal III-2010 lalu, perseroan memperoleh pendapatan Rp10,292 triliun. (mrt)
(Rani Hardjanti)