Semen Gresik Group Targetkan Pangsa Pasar 44%

Sandra Karina, Jurnalis
Kamis 27 Oktober 2011 16:00 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Semen Gresik Group menargetkan pangsa pasar sebesar 44 persen dari total pasar semen nasional pada tahun depan yang diperkirakan akan mencapai 48 juta ton. Semen Gresik Group terdiri dari PT Semen Gresik Tb (SMGR), PT Semen Padang  dan PT Semen Tonasa.

Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto mengatakan, target itu mengalami kenaikan sekitar 1-2 persen dari pangsa pasar saat ini yang sekitar 42 persen. “Kita targetkan pangsa pasar naik 1-2 persen. Tahun 2012, pangsa pasar bisa naik jadi sekitar 44 persen," kata Dwi di Jakarta, Kamis (27/10/2011).

Sementara, Direktur Pemasaran PT Semen Padang Benny Wendry menjelaskan, total penjualan Semen Padang selama Januari hingga Oktober 2011 adalah sekitar lima juta ton. 

“Kita memproyeksikan pertumbuhan 7-8 persen tahun ini dengan total 2011 yang sekitar 6,15 juta ton. Saat ini, kapasitas pabrik mencapai 6,3 juta ton, jadi memang sudah butuh fasilitas produksi baru,” kata Benny.

Saat ini, kata dia, kontribusi Semen Padang terhadap Semen Gresik Group sekitar 32 persen. “Tahun depan, target indikatif penjualan kita mencapai 6,7 juta ton, dengan optimalisasi produksihingga 6,3 juta ton. Sekitar 400.000 ton lainnya dari kuota ekspor dari grup. Tapi, tetap kita utamakan pemenuhan domestik dulu baru ekspor,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini, Semen Padang tengah mempersiapkan groundbreaking untuk 2-3 pabrik yang akan direalisasikan pada tahun depan. Plant di Tuban yang akan dibangun Semen Gresik , kata dia, akan disediakan fasilitas produksi baru dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun. Selain itu, ujar dia, PT Semen Tonasa juga  akan melakukan ekspansi dengan kapasitas sama.

“Dalam lima tahun ke depan, kami mengalokasikan dana investasi sebesar USD2 miliar. Hingga 2015, kami mendesain penambahan kapasitas sekitar 10 juta ton,” jelasnya.

Menurutnya, Semen Gresik juga fokus untuk melakukan upgrading dan upaya-upaya debottlenecking di pabrik. Termasuk, efisiensi konsumsi energi dengan memaksimalkan pemanfaatan batubara kalori rendah menjadi 100 persen.

“Sekitar Rp12-14 triliun dari alokasi dana investasi itu kita gunakan untuk membangun pabrik baru. Selain itu, juga membangun sarana packing dan ready mix, pengembangan bisnis lain, IT, serta SDM,” tuturnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya