JAKARTA - Sentimen global, terutama krisis utang Yunani, masih membayangi pergerakan rupiah di pasar valas. Rupiah sore ini masih stabil di kisaran Rp8.962 per USD.
Kurs tengah Bank Indonesia (BI), Jumat (4/11/2011), mencatat rupiah berada di level Rp8.962 per USD, atau hanya turun satu poin dari sesi sebelumnya, yakni Rp8.963 per USD. Sementara, kisaran perdagangan rupiah ada di Rp8.962-Rp8.955 per USD.
Analis valas Rahadyo Anggoro memaparkan, sentimen global masih memengaruhi kepercayaan investor di pasar modal. Faktir utama adalah pada solusi krisis utang dan rencana referendum Yunani. "Sedangkan, dari dalam negeri belum ada pengaruh yang signifikan. Kita masih harus mewaspadi sentimen global," kata Rahadyo ketika dihubungi okezone, Jumat (4/11/2011).
Rahadyo memaparkan, penguatan dolar terhadap rupiah ini merupakan reaksi investor yang merasa aman memegang dolar. Akibatnya, mereka pun mengalihkan dana ke dolar. "Para investor juga menarik dananya dari Indonesia ke instrumen investasi bermata uang dolar," imbuhnya.
Meski demikian, dia optimistis BI akan menjaga kurs rupiah agar tidak tembus ke level Rp9.000. Sebab, level tersebut merupakan level psikologis yang akan mempercepat pelemahan rupiah terhadap dolar.
Meski menguat terhadap rupiah, dolar melemah terhadap yen. Dolar diperdagangkan di level 78,04 yen per dolar, dengan kisaran perdagangan 77,98-78,12 yen per dolar.
Pada penutupan perdagangan sore ini, meski tidak signifikan, nilai tukar euro juga turun terhadap dolar. Satu euro dihargai 1,3799 dolar dengan kisaran perdagangan 1,3791-1,3836 dolar per euro.
(Widi Agustian)