BI Ngaku Sudah Intervensi Pasar Valas

Gina Nur Maftuhah, Jurnalis
Rabu 23 November 2011 13:27 WIB
Ilustrasi. Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengaku kembali telah melakukan intervensi di pasar valuta asing (Valas) terkait semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Direktorat kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo menegaskan, pihaknya yakin pelemahan rupiah ini hanya disebabkan karena kondisi perekonomian global.

"BI terus menstabilkan rupiah dengan intervensi di pasar valas. Kita juga masuk untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," demikian diungkapkan Perry dalam pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/11/2011).

Menurut Perry, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terjadi sebagai imbas dari berlarut-larutnya krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS). "Persepsi risiko investor global terpengaruh (sehingga) semua mata uang regional Asia tertekan, Rupiah tidak terkecuali," lanjutnya.

Meskipun melakukan intervensi di pasar valas, BI mengaku cadangan devisa Indonesia masih memadai. "Penerimaan devisa dari ekspor (migas dan nonmigas) dan penarikan utang luar negeri masih besar," tambah Perry yang enggan menyebut berapa jumlah intervensi Bank Sentral ke pasar.

Sekadar informasi, pada September lalu, Cadangan devisa Indonesia sempat terkuras sekira USD10 milar selama sebulan. Terkurasnya cadangan devisa ini digunakan BI untuk mengintervensi rupiah dan pasar valas. Posisi terakhir cadangan devisa Indonesia sekarang ini sendiri berada di USD113 miliar.

Berdasarkan kurs tengah BI, Rabu (23/11/2011), rupiah berada di posisi Rp9.035 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah di kisaran Rp9.053 per USD setelah sebelumnya berada di posisi Rp9.100-an. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya