JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menuturkan, ekspor kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan produksi turunannya diperkirakan akan menembus angka 800 ribu ton di 2012. Ini berarti ada peningkatan mencapai 200 persen lebih, jika dibandingkan ekspor di tahun lalu yang hanya mencapai 220 ribu ton.
Ketua Bidang Pemasaran Gapki Susanto menuturkan, peningkatan angka ekspor tersebut bisa menembus angka 800 ribu ton dikarenakan pada 2012 ini tarif impor Indonesia dengan Malaysia disamakan, sehingga harga ekspor CPO ke Pakistan dapat lebih bersaing daripada CPO produk Malaysia.
"Dulu Indonesia tidak disamakan tarif impornya dengan Malaysia dan apabila semuanya berjalan lancar, eskpor kita ke sana (Pakistan) akan seperti 2007 yang pernah mencapai satu juta ton," ungkapnya kala ditemui dalam acara Konferensi Pers Refleksi Industri Kelapa Sawit 2011 dan Prospek di 2012, di Kantor Gapki, Sudirman Park, Jakarta, Rabu (4/1/2012).
Selain itu, ekspor ke negara China di 2011 meningkat 11 persen menjadi sebesar 2,9 juta ton dibandingkan dengan ekspor di 2010 yang mencapai 2,4 juta ton untuk 2012 sendiri ekspornya meningkat sebanyak lima persen.
Kemudian, ekspor CPO ke negara Eropa mengalami penurunan tipis di mana di 2010 ekspor mencapai 3,7 juta ton. Namun di 2011 menurun menjadi 3,5 juta ton. "Penurunan ini dikarenakan masih adanya imbas dari krisis yang terjadi di Eropa," paparnya.
Sedangkan untuk ekspor ke negara India, cenderung stagnan di mana dari periode 2010 ke 2011 ekspornya masih mencapai 5,7 juta ton di 2012 diperkirakan akan meningkat sebanyak tiga hingga lima persen. (mrt)
(Rani Hardjanti)