DEPOK - Jalan Tol Cinere Jagorawi (Cijago) seksi I baru saja diresmikan dan dioperasikan secara langsung oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak. Proses pembangunan dan pembebasan lahan jalan tol tersebut memakan waktu selama enam tahun sejak 2006.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan pembangunan tol Cijago tersebut memakan proses perjuangan yang begitu panjang dimana sejak 2003 terdapat rancangan dua lintasan jalan tol yang akan melalui Depok yakni jalan tol Depok Antasari (Desari) dan Cinere Jagorawi (Cijago). Namun, kata dia, proses pembebasan lahan yang panjang kini akhirnya dapat selesai sesuai harapan.
"Dielaborasi oleh Badan Layanan Umum (BLU) dan pemerintah pusat, soal pembebasan tanah yang berseri dan tak selesai-selesai, akhirnya rampung dan memicu tekad kita untuk membangun jalan tol dengan total 14,7 kilometer, saya harap ini jadi pemicu bagi investor untuk mengelola seksi yang belum selesai,” katanya kepada wartawan di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Jumat (27/01/12).
Nur Mahmudi menambahkan pembangunan tol Cijago baru bagian kecil dari pembuatan JORR II dari Banten ke Jawa bagian timur bisa diatasi. Namun ia khawatir bahwa jalur tol tersebut justru akan menyebabkan masalah baru, yakni kemacetan.
"Saya ingin ajukan permohonan, karena suasana yang muncul adalah akan menumpuknya jalur lalu lintas dari Jakarta-Bogor, dan dari Bogor-Jakarta, atau dari orang-orang Depok yang ingin menikmati indahnya tol seksi I ini, atau orang-orang yang ke Depok, terganggu dari lingkar ke kiri dan ke kanan," paparnya.
Karena itu, lanjutnya, ia langsung meminta Kementerian Pekerjaan Umum agar langsung membangun jalan layang (fly over) sebagai langkah antisipasi mengatasi kemacetan. Sebab, tak menutup kemungkinan adanya potongan jalur yang menyebabkan penumpukan kendaraan.
"Karena itu dengan penuh rasa rendah hati dan rendah diri, agar dievaluasi betul-betul, jangan warga Depok ini dipersulit lagi, menderita lagi dengan pembebasan lahan yang panjang, jangan sesaat setelah jadi justru jadi macet, agar segera dibangun Fly Over solusinya," tandasnya.