JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar diprediksi bergerak stabil pascapengumuman inflasi Januari.
"Range masih stabil Rp8.975-9.010 per USD," kata analis valuta asing Rahadyo Anggoro saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Dia menuturkan, inflasi Januari tahun ini sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia (BI) dan sejumlah pelaku pasar yaitu berada di level 0,76 persen. Sementara itu, gambaran kondisi di Eropa masih seputar krisis. Terpantau euro juga melemah terhadap dolar. KTT Eropa yang sudah berlangsung sejak Senin lalu juga masih ditunggu-tunggu hasilnya oleh pelaku pasar.
"Data pengangguran di Eropa tercatat 10,4 persen. Data AS juga kurang bagus. Kedua negara kondisi belum bagus. Tapi Eropa lebih buruk dari AS," tandasnya.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah tipis, data inflasi Januari di kisaran 0,76 persen nampaknya belum mampu membawa rupiah menguat.
Berdasarkan kurs tengah BI rupiah berada pada level Rp9.022 per USD, dengan range perdagangan Rp8.977-Rp9.067 per USD. Sementara, menurut yahoofinance rupiah berada pada level Rp9.022 per USD, dengan range perdagangan Rp8.985-Rp9.035 per USD.
(Widi Agustian)