Kadin : Negara Maju Juga Alami Krisis Pangan

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Selasa 07 Februari 2012 09:15 WIB
Logo Kadin. (Foto: Dok Kadin)
Share :

JAKARTA - Guna mengantisipasi kekurangan pangan yang dapat menimpa dalam negeri maupun negara-negara lain di dunia diperlukan langkah strategis.

Dalam mengahadapi kebutuhan pangan yang terus meningkat dengan pertumbuhan penduduk dunia yang diperkirakan akan mencapai sembilan miliar di tahun 2045 dan pertambahan pendapatan. Menurut perhitungan organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) produksi pangan dunia harus naik 70 persen dari produksi saat ini, sedangkan ketersediaan lahan pertanian dunia tidak bertambah.

"Krisis pangan dewasa ini dan di masa depan tidak saja dihadapi oleh negara-negara miskin, tetapi juga oleh negara-negara maju baik di Asia maupun di Eropa. Pasokan pangan dari negara berkembang ke negara-negara maju terus mengalami kemerosotan karena berbagai faktor. Di lain pihak, negara maju sendiri memiliki kesulitan dalam menyediakan cukup bahan pangan karena masalah kekurangan lahan serta iklim yang tidak menentu," ungkap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Lanjutnya, krisis pangan tidak terjadi hanya karena faktor iklim yang tidak bersahabat. Tetapi juga terkait dengan masalah krisis energi, pemanfaatan pangan untuk energi, krisis politik di beberapa negara, krisis ekonomi dan moneter dunia, laju kerusakan lingkungan yang terus meningkat, pertumbuhan ekonomi yang mendorong penggunaan tambahan lahan untuk industri dan pemukiman serta banyak faktor lokal yang lain.

"Oleh karena itu, kami dunia usaha menyadari sepenuhnya bahwa upaya memenuhi pangan secara berkelanjutan pada tingkat nasional merupakan komitmen yang luar biasa besar," paparnya.

Sebagai upaya antisipasi dan wujud komitmen dari Kadin terhadap pembangunan pangan nasional, Kadin Indonesia bidang agribisnis, pangan dan peternakan telah melaksanakan serangkaian acara  dalam rangka pemantapan Jakarta Food Security Summit "Feed Indonesia Feed The World," seperti roundtable, seminar, lokakarya dan simposium.

Juga dialog pakar, di mana pada masing-masing kegiatan tersebut melibatkan para stakeholder terkait dan ini dilakukan sejalan dengan program pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya