JAKARTA - Rencana Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL) tentu memiliki dampak bagi masyarakat miskin. Oleh karena itu, pemerintah berencana memberikan kompensasi berupa Bantuan Sementara Langsung Masyarakat (BSLM) sebesar Rp25 triliun.
"Dana bantuan langsung itu kan sekira Rp25 triliun. Pada saatnya tidak boleh ada jeda, jadi kalau dinaikkan April bantuannya juga April," ungkap Menko Perekonomian Hatta Rajasa, kala ditemui di gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (2/3/2012).
Adapun target pembagian BLSM tersebut akan diberikan kepada 30 persen kepada masyarakat miskin Indonesia yang terkena dampak tersebut. "Tidak mungkin menaikkan BBM tanpa kompensasi kepada masyaratkat. Ada sekira 18,5 juta kepala keluarga atau 30 persenan masyarakat kita yang terdampak," paparnya.
Nantinya, BLSM tersebut akan terdiri dari beberapa bentuk di antaranya seperti bantuan langsung tunai yang diserahkan kepada setiap kepala keluarga yang terkena dampak kenaikan.
Hatta berjanji, jumlah yang akan diterima kali ini akan lebih dari nominal sebelumnya yaitu Rp 100 ribu. "Tentu lebih besar dari yang dulu itu, intinya menutup gap akibat kenaikan itu," kata Agus.
Selain itu, BLSM ini nanti juga akan diberikan kepada pihak lain yang terkena dampak kenaikan seperti transportasi. Pemerintah menuturkan akan mengkaji untuk pemberian tambahan PSO untuk kereta api agar tidak terjadi kenaikan harga atau ongkos. "Dan juga untuk siswa siswa keluarga miskin diberikan tambah beasisiwa," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)