Refund Tiket, Penumpang Mandala Jadi Pemegang Saham

Yuni Astutik, Jurnalis
Kamis 05 April 2012 16:16 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

MEDAN - Penumpang Mandala Airlines yang saat ini masih memiliki refund tiket tetap, akan tetap menjadi pemilik saham. Maskapai milik Saratoga Group ini pun akhirnya mengudara setelah sempat terhenti.

"Jadi meskipun mereka sudah refund, mereka tetap punya saham (di Mandala)," kata CEO Saratoga Group Sandiaga S Uno saat ditemui seusai seremoni penerbangan perdana Mandala, di Hotel Aston, Medan, Kamis (5/4/2012).

Mandala sendiri sempat vakum pada Januari tahun lalu. Mandala vakum karena tidak dapat memenuhi segala kewajibannya seperti utang. Saat vakum tersebut, setidaknya terdapat 153 ribu penumpang yang sudah membeli tiket namun gagal terbang.

Berdasarkan keputusan sidang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Maret 2011, dan sesuai dengan proposal perjanjian perdamaian, di mana 15 persen saham Mandala akan dimiliki oleh kreditur, 84 persen dimiliki investor, dan sisanya yang satu persen dimiliki oleh Cardig dan Indigo.

Diberitakan sebelumnya, mulai hari ini Mandala bisa kembali terbang karena adanya dua investor yang masuk. Dua investor tersebut adalah Saratoga Group yang memiliki 51 persen saham Mandala, dan Tiger Airways sebanyak 33 persen.

Sehingga saat ini jelas kepemilikan saham Mandala dimiliki oleh Saratoga Group sebesar 51 persen, dan Tiger Airways sebanyak 33 persen, dan satu persen dimiliki oleh Cardig dan Indigo.

Terkait refund tiket, pihak Mandala menyatakan, langkah pertama adalah konsumen terlebih dahulu mendaftarkan diri di www.mandalaair.com yang bisa dilakukan sejak 29 Maret lalu.

Selanjutnya, dalam web tersebut sudah tercantum nama konsumen. Kemudian, setelah klaim diverifikasi, sebuah voucher akan dikirim secara elektronik dan para penumpang diberi waktu enam bulan untuk menukarkan voucher tersebut.

"Penukaran tiket diganti berdasarkan nilai yang terdahulu. Kalau penukaran tiket lewat dari enam bulan, tidak bisa dilayani," kata Presiden Direktur Mandala Michael Coltman.

Dijelaskannya, penukaran tiket tersebut bisa diganti dengan rute yang lain. Asalkan, dia menegaskan, proses penukaran tiket tidak lebih dari enam bulan mulai dari 29 Maret lalu.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya