Harga Gas Ekspor ke Petronas Naik, Pendapatan Negara Capai USD1 M

Iwan Supriyatna, Jurnalis
Rabu 02 Mei 2012 19:32 WIB
Ilustrasi. Foto: Corbis
Share :

JAKARTA - Pemerintah akan memperoleh tambahan pendapatan untuk negara yang diperkirakan mencapai USD1 miliar atau sekira Rp9 triliun selama periode 2012-2022. Pendapatan ini dicapai berkat kenaikan harga jual gas bumi dari ConocoPhillips ke Petronas, Malaysia.

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memastikan kenaikan harga jual gas bumi dari ConocoPhillips ke Petronas, Malaysia.

"Amandemen kontrak akan ditandatangani besok, disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral," kata Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana, dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Rabu (2/5/2012).

Gde menjelaskan, harga gas dari Anambas, Kepulauan Riau ke Duyong, Malaysia itu naik secara signifikan. ConocoPhilips menjual gas ke Petronas sejak 2002 lalu dari Natuna Blok B dengan volume kontraknya sebanyak 263 miliar british thermal unit (mmbtu) per hari.

Sebelumnya, BP Migas telah berhasil menaikkan harga gas dari lapangan Maleo yang dioperasikan Santos di Jawa Timur. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai pembeli telah setuju memperbaiki harga dari USD 2,4 per juta mmbtu menjadi USD5 per mmbtu dengan pasokan sebesar 110 juta kaki kubik per hari. "Kami intensif mendorong perbaikan harga gas ekspor maupun domestik," ujar Gde.

Alasannya, menurut Gde, selain meningkatkan penerimaan negara, perbaikan harga gas dapat menggiatkan kegiatan operasi migas, khususnya di lapangan-lapangan gas marginal yang selama ini belum dikembangkan.

"Investor akan lebih tertarik karena harganya bersaing. Hal ini akan menjamin ketersediaan pasokan gas domestik yang berkesinambungan di masa yang akan datang," tukasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya