nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Petronas Naik 22% Jadi Rp189 Triliun pada 2018

Jum'at 08 Maret 2019 21:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 08 278 2027614 laba-petronas-naik-22-jadi-rp189-triliun-pada-2018-GzI3B6Ezeq.jpg Foto: Reuters

KUALA LUMPUR - Perusahaan minyak nasional Malaysia, Petronas mengumumkan pada Jumat bahwa laba kelompok usahanya setelah pajak naik 22% menjadi 55,3 miliar ringgit atau USD13,52 miliar atau setara Rp189 triliun (kurs Rp14.000 per USD pada 2018, yang didukung pendapatan lebih tinggi dan write-back penurunan nilai aset-aset.

Kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pendapatannya tahun lalu meningkat 12% menjadi 251 miliar ringgit dibandingkan dengan 223,6 miliar ringgit setahun lalu, terutama karena rata-rata harga realisasi yang lebih tinggi untuk semua produk utama.

Namun demikian, dikutip dari Xinhua, peningkatan labanya sebagian diimbangi oleh pengaruh penguatan ringgit Malaysia terhadap nilai tukar dolar AS, ditambah dengan dampak volume penjualan yang lebih rendah, terutama untuk gas alam cair.

 Baca Juga: Makin Efisien, Pertamina Berpeluang Kejar Petronas

Karena biaya produk yang lebih tinggi, depresiasi dan amortisasi serta hasil minyak bumi, laba bersih grup turun 21,3% tahun-ke-tahun menjadi 14,3 miliar ringgit pada kuartal keempat tahun lalu.

Pendapatannya untuk kuartal keempat naik 13% tahun-ke-tahun menjadi 69,9 miliar ringgit, terutama karena dampak dari rata-rata realisasi harga yang lebih tinggi untuk semua produk utama. Namun, ini sebagian diimbangi oleh dampak volume penjualan yang lebih rendah, terutama untuk gas alam cair.

 Baca Juga: Pertamina-Petronas Ekspansi Bisnis Hulu Migas di Timur Tengah

Ke depan, grup ini percaya industri minyak dan gas akan terus beroperasi dalam lingkungan yang menantang yang timbul dari ketidakpastian pasar dan risiko-risiko geopolitik.

"Harga minyak diperkirakan akan tetap fluktuatif pada tahun 2019, dan ketidakpastian di berbagai bidang akan berdampak signifikan pada harga," kata Presiden dan Kepala Eksekutif kelompok itu, Wan Zulkiflee Wan Ariffin.

Rencana grup tahun ini akan didasarkan pada harga minyak USD66 per barel.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini