JAKARTA - Petroliam Nasional Berhad (Petronas) mengakui Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sekira 1.000 karyawan dilakukan agar perusahaan lebih efisien.
Sebagaimana diketahui, anjloknya harga minyak dunia belakangan ini memukul perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas (migas).
"Yang di Malaysia betul kami terpaksa review balik untuk lebih efisien, kami akan rivew people dan investasi, supaya balance," kata Country Chairman Petronas Indonesia Mohamad Zaini Md Noor di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Namun dia meyakini, karyawan PHK hanya karyawan yang kinerjanya tidak terlalu baik. Sementara untuk karyawan yang berprestasi akan tetap dipertahankan. Dia pun berharap ke depan harga minyak dunia kembali stabil agar bisnis di sektor migas kembali berjalan normal.