BANDUNG BARAT - Kepala Divisi Manufacturing Koperasi Keluarga Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan 11 Juli (KK SP FKK) Hadio Purnomo, mengaku kunjungan Dahlan Iskan memang mendadak.
Karena itu tidak ada persiapan khusus yang dilakukan pihaknya. Dirinya membenarkan jika pernah menyampaikan mengenai keberadaan industri manufaktur, peternakan, dan perikanan, mantan karyawan PT DI di bawah KK SP FKK 11 Juli, kepada menteri BUMN tersebut.
"Mungkin beliau penasaran dan ingin membuktikan apakah kami betul-betul ada atau tidak. Ternyata apresiasinya sangat positif dalam memberikan motivasi untuk berkarya dalam mengembangkan produk manufactur," kata Hadi, di Jalan Somawinata No 60, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (21/5/2012).
Kedatangan Dahlan Iskan diharapkan bisa berdampak kepada penyelamatan dan pengembangan tiga sektor yang digarap oleh KK SP FKK 11 Juli. Pasalnya, sejak mendapatkan kucuran dana dari PT DI pada 2009 sebesar Rp30 miliar sampai saat ini belum ada lagi bantuan permodalan yang didapatkannya.
Padahal, pangsa pasar yang tidak tersuplai sangat besar, sedangkan kapasitas dan kemampuan produksi sudah tidak bisa ditambah lagi.
"Sedikitnya untuk tiga sektor usaha tersebut dibutuhkan permodalan sekira Rp54 miliar. Untuk manufaktur Rp2 miliar, sektor perikanan dan pendidikan di Sagalaherang Subang Rp50 miliar, dan sektor peternakan sapi di Padaasih Cisarua, KBB, Rp2 miliar," sebutnya.